Juruselamat Duni Juruselamat Semua Manusia (Part 2)

Author: Bumbunan Sitorus  

Published: Jul 20, 2008

Reading Time: 27 Minutes

Lebih mudah mempercayai kebohongan
yang sudah ribuan kali dikatakan
dari pada mempercayai kebenaran
yang baru pertama kali kita dengar

It is easier to believe a lie
that have been spoken a thousand times
then believing the truth
when you hear it the first time

Dan kami telah melihat dan bersaksi,
bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya
menjadi Juru selamat dunia

And we have seen and testify
that the Father has sent his Son
to be the Savior of the world

(1 Yohanes 4:14)

Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia, dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat Dunia.” (The Christ, the Savior of the world) (Yohanes 4:40-42.)

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia (The Savior of all men), terutama (pertama = first = especially = primarily) mereka yang percaya. Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. (1 Timotius 4:9-11)

Alkitab memakai tiga kata Yunani untuk penebusan.

1. AGORAZOO (#59) buy, purchase, redeem — yang berarti “membeli, membayar atau menebus di pasar, atau menyerahkan sesuatu sebagai harga pembayaran bagi sesuatu barang lainnya.” Pikiran yang ada dibaliknya adalah mengenai sebuah pasar budak. Kristus membayar harga tunai, lalu masuk ke dalam pasar serta membebaskan setiap budak. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia. (1 Korintus 6:20; 7:23)

Kini timbul pertanyaan: Apakah budak-budak itu mau pergi dengan merdeka? Apakah mereka menginginkan kemerdekaan mereka? Apakah mereka bersedia untuk menerima hal yang dikerjakan Kristus untuk mereka? Kesulitannya adalah banyak di antara mereka lebih suka menjadi budak-budak. Mereka berkubang dalam perbudakan mereka dan menolak untuk menikmati kemerdekaan. Tuhan telah melakukan bagian-Nya, Ia telah memerdekakan mereka. Bagian kita adalah mendengar pemberitaan atau pengumuman kabar baik tentang kebebasan kita dan pergi dengan bebas dari pasar perbudakan itu serta menikmati kemerdekaan kita.

Bahkan mereka menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2 Petrus 2:1b)

2. EXAGORAZO (#1805) redeem — yang berarti “menebus atau membeli dari pasar.” Kata ini memiliki pengertian yang sama dengan AGORAZO tetapi ada penambahan awalan “EX” atau “EKS” artinya “keluar dari.” Jadi istilah EXAGORAZO adalah dibeli keluar dari pasar perbudakan dan dipindahkan. Disini terjadi perpindahan posisi dari budak menjadi orang merdeka. Dengan kata lain orang-orang tebusan tak pernah lagi dijual. Keselamatan Tuhan itu kekal. Anda tak perlu dibeli untuk kedua kalinya. Sekali telah cukup. Anda kini milik Tuhan. Jadi apabila anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. (Yohanes 8:36)

Tuhan telah membeli semua manusia dari pasar perbudakan. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. (Galatia 3:13; 4:5)

3. LUTROO (#3084) redeem, ransom — berarti “memerdekakan atau membebaskan dengan membayar suatu harga.” Dengan kata lain, melepaskan. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus. (1 Petrus 1:18-19) Alangkah mahalnya harga tebusan kita. Kita adalah seharga Yesus, seharga Tuhan. Anda tidak dapat dibeli kurang dari harga Yesus Kristus. Tuhan harus memberikan dirinya sendiri untuk menebus semua manusia. Karena itu Ia mengirimkan Putera-Nya yang tunggal untuk mati bagi dosa semua manusia. Namun ada orang yang menyepelekan darah yang mulia dan menghinakan salib Kristus. Bersyukurlah kepada Tuhan akan pengorbanan-Nya. Sebab “Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” (Ibrani 9:22)

Karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. (Imamat 17:11) Dengan demikian orang berdosa dilepaskan dari dosa-dosanya, dimerdekakan dari perbudakannya. Yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. (Titus 2:14) Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. (Lukas 24:21a)

Kita melihat ada tiga tingkatan kesadaran Juruselamat atau Penebus:

Pertama: Juruselamatku, Penebusku (My Savior).
Kedua: Juruselamat kita, Penebus kita (Our Savior)
Ketiga: Juruselamat/Penebus dunia, semua orang atau seluruh manusia (The Savior of the world)

Ketika saya lahir baru, lahir dari roh, dari atas, baru bertobat maka saya berkata, Juruselamatku, Juruselamat saya (My Savior). Tetapi karena Ia juga adalah Juruselamat anda dan orang lain maka kita bersama menyebutnya, Juruselamat kita (Our Savior). Kebanyakan orang berhenti dan parkir disini, mereka puas pada tingkat ini. Saya juga parkir selama puluhan tahun dalam tingkatan ini sampai sepuluh tahun yang lalu mata rohani saya terbuka untuk mengenal bahwa Yesus juga adalah Juruselamat dunia, Juruselamat semua orang atau Juruselamat semua manusia.

Kira-kira enam tahun yang lalu saya ikut team doa syafaat keliling kota Pontianak dengan mobil kijang. Di akhir dari perjalanan itu kami melewati jalan di mana ada satu kepala keluarga bernama pak Jago, orang batak. Dia seorang yang dianggap keras oleh orang-orang persekutuan. Kemudian seorang hamba Tuhan teman saya berdoa: “Tuhan, selamatkanlah pak Jago.” Saya duduk di depan hamba Tuhan tersebut, karena kami duduk di kursi belakang yang saling berhadapan dan saya kemudian menepuk pahanya dan berkata: “Doamu salah!” Dia segera bertanya: “Jadi bagaimana seharusnya berdoa yang benar?” Setelah selesai doa syafaat keliling kota kami melanjutkan percakapan kami yang terputus di jalan tadi.

Saya berkata: “Dia sudah diselamatkan, jangan minta dia diselamatkan lagi.” Hal itu berarti engkau meminta Yesus mati sekali lagi. Bukankah Yesus telah menyelamatkannya 2000 tahun yang lalu, dan bapak itu sudah menjadi orang Kristen sekitar 40 tahun dan mendengarkan Injil ribuan kali. Mintalah supaya mata rohaninya dicelikkan supaya dia mengerti atau tahu bahwa Kristus telah mati baginya dan telah menyelamatkan dia. Dia belum melihat atau mengerti hal ini karena ada ilah zaman ini yang menutupi mata batinnya. Kemudian saya lanjutkan, ketika engkau lahir baru atau bertobat mungkin 20 tahun yang lalu itu adalah saat di mana karya Kristus dua ribu tahun yang lalu menjadi kenyataan, menjadi hidup atau menjadi pengalaman pribadimu tetapi sebenarnya engkau telah diselamatkan 2000 tahun yang lalu oleh pengorbanan Kristus. Tetapi hal itu baru efektif dan menjadi pengalamanmu 20 tahun yang lalu, kata saya melanjutkan.

Tetapi jauh lebih dahsyat lagi adalah bahkan Yesus adalah Anak Domba Allah yang disembelih sebelum dunia dijadikan. (The Lamb that was slain before the foundation of the world.) (Wahyu 13:8) Terjadi sedikit kesalahan terjemahan dalam bahasa Indonesia tentang ayat ini. Karena Allah adalah Mahatahu, maka Dia sudah tahu tentang kejatuhan manusia sebelumnya dan hal itupun ada dalam skenario-Nya, maka Dia telah menyiapkan Anak Domba Allah jauh sebelum kejatuhan manusia. Itulah penyediaan Tuhan yang luarbiasa. Inilah rahasia penyediaan Tuhan.

Demikian juga ada tiga tingkatan kesadaran akan Tuhan atau Allah:

Pertama: Tuhanku, Allahku (My God, My Lord)
Kedua: Tuhan kita, Allah kita (Our God, our Lord)
Ketiga: Tuhan semua orang, Allah semua manusia (God of all men, Lord of all men)

Demikian juga ketika kita baru percaya atau seperti Thomas yang ragu-ragu kemudian diyakinkan, Dia berkata Tuhanku, Allahku. Tetapi Dia bukanlah Tuhan pribadi anda saja dan bukan Tuhan pribadi saya juga, kemudian kita berkata, Tuhan kita, Allah kita. Banyak orang berhenti disana. Orang Kristen merasa Tuhan itu hanya monopoli, atau milik mereka. Agama lain juga merasa Tuhan itu sebagai milik eksklusif mereka. Saya juga lama beranggapan demikian sampai sepuluh tahun lalu saya disadarkan, dicerahkan, diterangi oleh Roh Kudus bahwa Dia adalah Tuhan atas semua orang.

Lalu mulailah Petrus berbicara katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang Israel, yaitu Firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.” (KPR 10:34-36)

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada diatas bumi dan yang ada dibawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa. (Filipi 2:9-11)

Karena ada tertulis: “Demi Aku hidup demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut dihadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah.” (Roma 14:11)

Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab aku Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah dari mulutku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu. (Yesaya 45:22-24)

Saya berkata Ya, Amin dan benar, sungguh jadilah demikian. It is done! So be it! Ketiga ayat firman diatas akan digenapi bersama dengan ratusan ayat yang lain yang tidak mungkin saya angkat dalam tulisan singkat ini. Pertama Dia berkata: Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah. Karena tidak ada yang lebih besar dari Tuhan dan tidak ada Tuhan lain selain Dia maka Dia bersumpah demi diri-Nya sendiri. Sangat sedikit orang kristen bahkan yang mengaku hamba Tuhan mengerti betapa seriusnya Tuhan disini. Setiap janji Tuhan adalah Ya dan Amin, apalagi sumpah. Sumpah berasal dari kata “SHABA” artinya mengucapkan tujuh kali. Kalau TUHAN berkata satu kali saja: Jadilah terang maka terang jadi, demikian juga dengan langit dan bumi, coba anda bayangkan kalau Dia sampai berkata tujuh kali, tujuh artinya penuh, lengkap, selesai dan sempurna.

Kalau orang Israel bersumpah mereka berkata tiga kali atau tujuh kali dengan memegang batunya atau kedua pelir atau testis dari sinilah lahir kata janji yaitu Testis, Testimony (kesaksian), Testament yang menjadi Old Testament dan New Testament atau Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Artinya janji dan sumpah adalah hal yang sangat serius yang menyangkut hidup dan mati, berkat dan kutuk, setia atau penghianat, benar atau salah. Di dalam Alkitab batu atau pelir diterjemahkan dengan lebih sopan menjadi bersumpah dengan memegang paha dekat ke pelir. Manusia berusaha sopan, malu-malu tetapi kemudian memalukan dan memberontak karena telah berani mengubah kebenaran Tuhan. Sama seperti ketika Tuhan berkata kamu adalah allah (You are gods), kamu adalah elohim maka penterjemah takut menterjemah demikian lalu diganti dengan sedikit lebih rendah dari malaikat. Malaikat sebenarnya adalah elohim (gods=allah-allah). Kenapa pegang pelir kalau bersumpah, artinya kalau orang tersebut tidak melaksanakan janjinya maka pelirnya akan mati, maksudnya dia tidak akan beroleh keturunan, atau mati pucuk, alias impoten yang berarti orang itu terkutuk. Orang yang tidak punya keturunan dianggap terkutuk. Demikianlah Abraham memegang pangkal paha atau pelir dari Eliezer dan menyuruhnya bersumpah bahwa ia akan mencarikan istri bagi Ishak dari kaum keturunan mereka sendiri, bukan dari keturunan Kanaan. Tuhan adalah Tuhan karena Dia tidak bisa ingkar janji. Mustahil bagi Tuhan untuk tidak melaksanakan perkataan-Nya.

Kedua Tuhan berkata: Dari mulutKu telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali. Ini juga sangat serius, sebab setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan tidak akan kembali sia-sia tetapi akan menggenapi segala yang disuruhkan kepadanya sebab firman Tuhan tidak bisa gagal, langit dan bumi boleh berlalu tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya, sebab tidak ada satu titik atau iotapun yang akan berlalu sebelum semuanya digenapi. Hal ini berarti ujung-ujung bumi berpaling dan membiarkan diri mereka diselamatkan, dan semua orang akan bertekuk lutut dan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan. Bahkan setiap orang yang bangkit amarahnya terhadap-Nya akan datang dan mendapat malu sebab dalam sebuah firman dikatakan sisa kemarahan manusia akan dibuat-Nya menjadi puji-pujian. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman. (Mercy triumph over judgement) (Yakobus 2:13)

Kekristenan telah membuat penghakiman menang atas belas kasihan. Theologia telah membuat penghukuman tak terbatas dan kasih Tuhan dan belas kasihan Tuhan terbatas. Dogma telah membuat hantu jadi Tuhan dan Tuhan jadi hantu atau monster yang mengerikan yang senang menyaksikan sebagian besar manusia disiksa selama-lamanya. Padahal tidak pernah muncul sekalipun keinginan di hati Bapa untuk membakar manusia, apalagi selama-lamanya. Ketika orang Israel mempersembahkan anak-anak mereka dibakar bagi persembahan untuk Baal dengan sangat sedih Tuhan berfirman: Mereka telah mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada Baal, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan atau Kukatakan dan tidak pernah timbul dalam hatiKu. (Yeremia 19:5)

Dia yang berkata ampunilah musuhmu juga dari atas kayu salib berkata: Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Orang yang langsung menyalibkan-Nya telah diampuninya dari Kalvari termasuk Yudas yang menghianatiNya dan pencuri yang disalib di kiri kanan-Nya, apalagi orang-orang yang jauh yang berbeda waktu 2000 tahun kemudian yang tidak pernah meludahi, memaki, menghina, mengejek dan menyalibkan-Nya secara langsung. Pengampunan-Nya adalah lengkap, total, menyeluruh untuk seluruh dosa dunia/seluruh manusia/semua orang karena Dia adalah Juruselamat dunia/semua manusia/semua orang. Dan Ia adalah pendamaian untuk dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. (1 Yohanes 2:2) Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Yohanes 1:29) Tetapi sangat sedikit yang melihat, memandang, mengerti, mengetahui, atau mengenal Dia sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia yang juga berkata: Dan Aku apabila ditinggikan dari bumi (disalibkan), Aku akan menarik semua orang (semua manusia) datang kepadaKu. (Yohanes 12:32) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. (2 Korintus 5:19 — note: your source has “2 Kor. 15:19,” but 2 Corinthians only has 13 chapters, so this looks like a typo; the quote matches 2 Korintus 5:19)

Saya menemukan sangat sedikit duta perdamaian, sangat langka pemberita dan utusan perdamaian. Pelayan dan pemberita penghakiman, penghukuman dan siksaan kekal yang terbanyak kita jumpai dalam dunia kekristenan. Mereka belum mengenal hati Bapa. Dengarkanlah isi hati Bapa dalam Mazmur 103:8-14: TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat bahwa kita ini debu.

Demikian juga ada tiga tingkat kesadaran Bapa:

Pertama: Bapaku (My Father, My Daddy)
Kedua: Bapa kita, Bapa kami (Our Father)
Ketiga: Bapa semua orang (The Father of all men)

Ketika saya lahir baru, lahir dari roh, dari Tuhan, dari atas maka saya berseru bapaku, my Father, Abba Bapa. Elisa berseru bapaku, bapaku kereta kuda berapi orang Israel, demikian juga Gehazi ketika matanya dicelikkan ke alam roh ia berseru bapaku, bapaku, itulah pengalaman pertama tingkat anak-anak. Kedua kita mulai diajar berdoa: Bapa kami yang di sorga. Dia adalah Bapa kita, bukan hanya bapaku individu. Dia adalah terutama bapa orang percaya. Banyak orang Kristen dan hamba Tuhan berhenti disini. Dalam dimensi atau alam ketiga kita akan mengenal Dia sebagai bapa semua orang.

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga (We are the generation of God = We are the offsprings of God). Karena kita berasal dari keturunan Allah. (KPR 17:28-29)

Anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. (Lukas 3:38) Adam adalah anak Allah artinya adam adalah keturunan, generasi atau gen-nya berasal dari Allah, dan setiap orang yang lahir dari adam adalah anak Allah juga. Ketika manusia itu jatuh dalam dosa (hamartia), yang artinya salah sasaran atau kurang kemuliaannya dari Allah, manusia melihat dirinya telanjang, maka ia malu, takut dan menyembunyikan diri dari Tuhan. Manusia menjadi terpisah dari Tuhan dalam kesadarannya. Tuhan tidak dapat terpisah dari manusia, karena Dia maha hadir. Kalau Tuhan tidak hadir dalam satu pribadi manusia saja di dunia ini, maka Tuhan menjadi tidak maha hadir. Itulah sebabnya Yakub berkata di Betel: Sesungguhnya Allah hadir ditempat ini tetapi aku tidak menyadarinya, alangkah dahsyatnya tempat ini, inilah rumah Allah, inilah pintu gerbang sorga. Manusia kehilangan identitas, jati dirinya yang sebenarnya. Manusia kehilangan kesadaran akan asal, awal, origin atau sumbernya. Dosa adalah identitas yang salah, identitas palsu (Sin is mistaken identity or false identity). Yesus datang untuk menyingkapkan dan memberitahukan identitas kita, jati diri kita, awal, asal, permulaan, sumber atau bapa kita. Yaitu bahwa semua manusia adalah anak Tuhan dan orang percaya, orang beriman, ekklesia, orang kristen, para pemenang adalah buah sulung, buah bungaran, buah pertama Tuhan. Tetapi semua buah adalah milik-Nya, dan Dia akan menuai semua buah sampai buah terakhir yaitu buah bungsu masuk kedalam lumbung-Nya. Tuhan adalah penuai terbesar di semesta ini, Dia tidak dapat gagal dan Dia tidak pernah gagal.

Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. (Yakobus 1:18)

Dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. (Ibrani 12:23)

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya (especially of those who believe). Beritakan dan ajarkanlah semuanya itu. (1 Timotius 4:9-11)

Isteri Raja disebut ratu, isteri presiden, isteri perdana menteri, atau isteri penguasa nomor satu di satu kerajaan, bangsa atau negara disebut First Lady atau wanita utama, pertama, atau nomor satu yang berarti dia memiliki posisi sebagai wanita terpenting pendamping penguasa nomor satu. Tetapi bukan hanya dia wanita di negara tersebut. Demikianlah kedudukan orang percaya atau gereja yang disebut sebagai yang pertama, terutama, buah sulung, buah bungaran. Sebagai mempelai Kristus ia adalah First Lady-Nya Kristus. Yesus Kristus adalah pertama dan terutama Juruselamat saya, Juruselamat kita, tetapi Dia juga adalah Juruselamat semua manusia, semua orang atau Juruselamat dunia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama (concerning our common salvation). (Yudas 3) Jadi kita melihat ada dua jenis keselamatan dibicarakan diatas. Pertama adalah yang terutama, buah pertama atau buah sulung (special salvation). Yang kedua adalah keselamatan bersama atau yang umum (common salvation) untuk semua orang atau seluruh manusia.

Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan seratus empat puluh empat ribu orang dan didahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Jadi orang Kristen atau gereja hanyalah buah sulung, buah pertama, buah bungaran (first fruit) yang terutama atau yang pertama yang percaya. Tuhan akan mendapatkan dan memanen yang bungsu juga, yaitu seluruh dunia, semua manusia atau semua orang. Kebenaran buah sulung ini dalam hubungannya dengan keselamatan dunia/semua orang/semua manusia sangat sedikit dimengerti dalam kekristenan. Anak sulung di Israel mendapat warisan dua kali lipat (Double portion) adalah untuk tujuan menebus adik-adiknya kalau adiknya menjual warisan mereka atau mereka terlibat hutang. Ini adalah gambaran dari Yesus Kristus sebagai saudara sulung kita yang menebus kita menjadi buah sulung. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya (kelompok terakhir = the last order/group). (1 Korintus 15:20,23,24)

Penyelamat-penyelamat (Saviors = Juruselamat-juruselamat) akan naik ke atas gunung Sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka Tuhanlah yang empunya kerajaan itu. (Obaja 21) Inilah buah sulung, buah bungaran, buah pertama, kelompok putra-putra Tuhan, para pemenang, kelompok tujuh ribu orang yang tidak tunduk menyembah Baal pada masa Elia atau kelompok pemenang 144000 yang mengikuti anak Domba kemana saja Ia pergi, mereka ditebus dari antara manusia sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba.

Sebagai gembala yang baik (Good shepherd), gembala yang besar (Great shepherd) dan penghulu semua gembala (Chief shepherd), Kristus akan mendapatkan semua domba-Nya yang hilang.

Sebagaimana ada tiga tingkat gembala demikian juga ada tiga tingkat kesadaran akan gembala:

Pertama: Gembalaku (My shepherd)
Kedua: Gembala kita (Our shepherd)
Ketiga: Gembala semua domba (The shepherd of all men)

Saya berpikir seperti hampir semua hamba Tuhan berpikir bahwa saya telah mengerti tentang perumpamaan domba yang hilang dan telah sering memberitakannya. Sampai sepuluh tahun yang lalu mata rohani saya dibukakan kepada pengertian yang lebih dalam. Ternyata bukan satu domba yang hilang, tetapi 99 domba yang hilang. Karena semua manusia telah sesat, masing-masing mengambil jalannya sendiri. Satu domba yang tidak hilang dan tersesat adalah Yesus sendiri. Jadi seperti pada perumpamaan itu Dia tidak akan puas dan Dia tidak akan kembali sampai semua domba-Nya dikumpulkan-Nya karena Dia adalah gembala yang baik penghulu segala gembala yang memberikan nyawa-Nya bagi semua domba.

Adam Dan Kristus (Roma 5:15-19)

  • (15) Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang yaitu Yesus Kristus.
  • (16) Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
  • (17) Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugrah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
  • (18) Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
  • (19) Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi benar.

Diatas kita melihat lima kali apa yang diakibatkan oleh Adam pertama diatasi atau dilampaui oleh apa yang dilakukan oleh Adam kedua atau Adam yang akhir yaitu Kristus dengan perkataan jauh lebih besar atau jauh lebih benar lagi yang dalam bahasa Inggris dikatakan MUCH MORE yaitu terlebih lagi, jauh melebihi atau jauh melampaui. Jadi apapun yang dilakukan Adam terlebih lagi Kristus melampauinya. Mari kita lihat susunan timbangan yang benar dan adil dibawah ini:

  1. (15) Karena pelanggaran satu orang (Adam) … semua orang jatuh dalam kuasa maut
    Karena kasih karunia satu orang (Kristus) … semua orang beroleh kasih karunia
  2. (16) Karena dosa satu orang (Adam) … semua dihakimi dan dihukum
    Karena satu orang (Kristus) … semua dibenarkan
  3. (17) Karena dosa satu orang (Adam) … semua dikuasai maut
    Karena kebenaran satu orang (Kristus) … semua beroleh kebenaran
  4. (18) Satu pelanggaran (Adam) … semua orang beroleh penghukuman
    Satu perbuatan kebenaran (Kristus) … semua orang beroleh pembenaran
  5. (19) Satu orang tidak taat (Adam) … semua orang menjadi berdosa
    Satu orang taat (Kristus) … semua orang menjadi benar

Kalau kita memiliki timbangan yang benar diantara tindakan Adam dan tindakan Kristus maka dari kelima hal diatas kita boleh berkata apa yang dilakukan Kristus jauh lebih besar, jauh lebih benar, terlebih lagi atau jauh melampaui (MUCH MORE) dari tindakan dan akibat perbuatan Adam. Amsal berkata Tuhan membenci timbangan yang menipu, serong, timbangan yang miring atau timbangan yang tidak adil. Timbangan mayoritas orang Kristen kedapatan seperti ketika raja Belsyazar ditimbang dan tulisan di dinding berbunyi: Mene, mene, Tekel, Ufarsin.

Tekel artinya: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan. Kedapatan bahwa timbangan kita miring, berat sebelah. Kebanyakan hamba Tuhan atau yang mengaku pendeta, penginjil, guru atau theolog lebih berat menimbang kearah Adam, dan meringankan tindakan Kristus. Sebab kebanyakan mereka saya temukan membesarkan pelanggaran Adam dan mengecilkan karya Kristus. Bagi mereka kejatuhan Adam lebih besar dari kebangkitan Kristus. Kesimpulannya adalah seperti ini: Karena pelanggaran Adam semua orang berdosa dan mengalami maut, tetapi oleh pengorbanan, kematian dan kebangkitan Kristus hanya sedikit orang yang beroleh pembenaran, pengampunan, keselamatan atau penebusan. Suatu penghinaan dan menganggap rendah karya penyelamatan atau penebusan Yesus Kristus. Sangat sedikit orang yang mengaku hamba Tuhan yang mengerti Roma lima di atas. Apakah ini tidak aneh kalau orang-orang kebanyakan percaya tanpa keraguan sedikitpun pada sisi negatif kelima ayat diatas, sementara sisi positifnya ditolak oleh hampir semua orang Kristen? Kalau anda berani merenungkan Roma lima diatas setiap hari dalam sebulan dan anda mulai memakai timbangan yang benar, maka anda akan mengalami pencerahan dan memiliki Tuhan yang berbeda dan Alkitab yang berbeda serta pelayanan yang berbeda. Anda akan tampil beda. Dare to be different.

Dimana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah. Anugrah jauh lebih melimpah, jauh melebihi, jauh melampaui dosa dan penghukuman. Saya membayar $500 untuk sebuah laptop (note pad) yang seharga $1200 dan dikirim dari Australia dengan biaya $100. Saya sangat senang menerima laptop seharga $1300 dengan membayar $500. Seseorang telah berbuat lebih dari yang seharusnya. Itu adalah apa yang dapat diungkapkan dengan bahasa manusia. Bahasa lebih dari adalah apa yang diajarkan Alkitab mulai dari kitab pertama Kejadian hingga ayat terakhir kitab Wahyu.

Hal itu seumpama seorang kelasi geladak yang terlempar dari kapal dan tercebur kedalam laut, sewaktu sedang bertugas di tengah badai yang mengamuk. Kelompok penyelamat lalu bekerja cepat dan tidak lama kemudian si kelasi tersebut dapat berdiri kembali dengan kedua kakinya, dan orang banyakpun berhimpun di sekelilingnya. Ketika ia sadar, ia melihat pakaiannya kini sudah berubah. Kepalanya sudah mengenakan tutup kepala berhiaskan tali kuningan yang baru. Para kelasi seangkatannya berdiri dan menghormat kepadanya, dan dalam keheranannya, ia bertanya. Sang kapten kemudian datang dan menyambutnya sebagai kelasi kelas satu, dan kapalpun kembali berlayar sementara ia memangku jabatan yang baru sebagai pengganti dari kapten kapal tersebut. Ia terlepas dari jabatan kelasi kapal, ia diselamatkan sebagai kelasi kelas satu. Begitulah cara anugrah bekerja. Itulah anugerah yang jauh melimpah di dalam Yesus Kristus. Saudara tidak bisa memahami Tuhan dan bahasanya terlepas dari hal itu. Saudara tidak dapat mengalami persekutuan dengan Bapa di dalam doa sebelum saudara memahami DIA sebagai pribadi yang jauh melampaui. Saudara juga tidak bisa mengerti apa yang dimaksud dengan Kerajaan-Nya dan bagaimana kerajaan itu bertambah-tambah, juga tentang rencana dan maksud-Nya untuk jaman-jaman yang akan datang, sebelum saudara mengerti apa yang dimaksud dengan “jauh melampaui atau lebih dari.” Apabila pengharapan saudara hanyalah untuk diri saudara sendiri dan untuk sekawanan kecil orang-orang kudus, dan bukan lebih dari dan jauh melampaui hal itu, maka pengharapan itu bukanlah berasal dari hati Bapa, tetapi merupakan hasil dari ego saudara sendiri. Dengarkan! Kasih Allah jauh lebih luas dari ukuran pikiran manusia, dan hati Yang Kekal adalah hati yang paling mulia dan ajaib. Jauh melampaui dan lebih dari, adalah sesuatu bagi DIA, ya, segalanya bagi DIA! Jauh melampaui, lebih dari, berarti kelimpahan — LEBIH DARI CUKUP (MUCH MORE, MORE THAN ENOUGH).

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang (semua manusia) berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:8) Itulah kehendak, keinginan dan isi hati Bapa, supaya tidak ada yang binasa tetapi supaya semua orang, semua manusia berbalik dan bertobat.

Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang (manusia) diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1 Timotius 2:4-5)

Tahun lalu isteri saya mengalami kecelakaan berat yang hampir merenggut nyawanya. Pada saat kecelakaan dan selama di rumah sakit, Tuhan menghidupkan tiga perkara yang ajaib dalam hidup kami.

Pertama: Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. (Pengkhotbah 3:11) Ayat ini menjadi tema yang tertulis dalam undangan pernikahan saya dengan Imelda Magdalena tanggal 19 Januari 1992.

Kedua: Tuhan akan memulihkan segala sesuatu pada waktu-Nya.

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya. (KPR 3:20)

Jawab Yesus: Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. (Matius 17:11)

Ketiga: Tuhan akan membuat segala sesuatu baru pada waktunya. Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” (Wahyu 21:5)

Selain semua firman yang telah saya kutip di atas menjadi sia-sia, tidak benar, dusta, bohong dan gagal kalau Tuhan tidak dapat menyelamatkan dunia, semua manusia atau semua orang maka paling tidak untuk anda renungkan, keempat ayat firman Tuhan terakhir yang saya kutip di atas juga akan menjadi sia-sia, omong kosong, dusta dan gagal. Tetapi inilah kepercayaanku, bahwa firman Tuhan adalah Ya dan Amin, benar, tidak dusta, tidak bohong, tidak sia-sia, tidak bisa gagal dan pasti berhasil. Bagi-Nya tidak ada yang mustahil dan tidak ada yang terlalu sulit. Selama duapuluh tahun ini sangat sering saya mendengar hamba-hamba Tuhan yang mengajar dan berkhotbah dan menyanyikan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi-Nya tidak ada yang terlalu sulit. Tetapi ketika diperhadapkan dengan keselamatan dunia dan semua orang maka mereka menjadi pendusta dan Allah mereka menjadi sangat kecil, dan gagal. Allah yang kupercayai dapat dan telah menyelamatkan dunia dan semua manusia. Aku dipanggil menjadi salah satu duta-Nya untuk memberitakan khabar baik yaitu Injil Kerajaan-Nya seperti juga Paulus yang berkata:

Yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul — yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta — dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (1 Timotius 2:6-7)

Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia. (Yohanes 4:42)

Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. (1 Yohanes 4:14)

Yesus Kristus, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. (1 Timotius 4:10)

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. (Roma 11:36)

Tetapi kalau segala sesuatu ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua (God may be all in all). (1 Korintus 15:28)

Hanya ketika Yesus Kristus menjadi Juruselamat dunia, Juruselamat semua manusia, atau Juruselamat semua orang maka genaplah firman yang berkata bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia dan Tuhan menjadi semua di dalam semua. Dia tidak hanya SEDIKIT di dalam SEMUA (a FEW or a LITTLE in ALL) atau SEBAGIAN di dalam SEMUA (SOME in ALL), juga bukan SEBAGIAN BESAR di dalam SEMUA (MANY in ALL) atau HAMPIR SEMUA di dalam SEMUA (MOST in ALL) tetapi TUHAN adalah SEMUA di dalam SEMUA, SEGALA di dalam SEGALA, SELURUH di dalam SELURUH (GOD ALL IN ALL).

SATU UNTUK SEMUA, SEMUA UNTUK SATU (ONE FOR ALL, ALL FOR ONE)
Tuhan untuk semua, semua untuk Tuhan. (GOD for ALL, ALL for GOD)
Kristus untuk semua, semua untuk Kristus. (CHRIST for ALL, ALL for CHRIST)

Maka genaplah Tuhan membuat semua indah pada waktunya, semua baik pada waktunya, semua dipulihkan pada waktunya, semua baru pada waktunya, sebab segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia, Tuhan menjadi SEMUA di dalam SEMUA, SEGALA di dalam SEGALA, SELURUH di dalam SELURUH. Dia menjadi ALFA dan OMEGA, AWAL dan AKHIR, A dan Z, SEMUA dalam SEMUA — ALL in ALL. It is FINISHED, It is DONE, It is PERFECT. ETELESTA!! SELESAI, USAI, LENGKAP, GENAP, SEMPURNA. AMIN YA AMIN!!!

Untuk Bagian 1 (https://tentmaker.org/lingual/juruselamat-duni-juruselamat-semua-manusia-part-1/

On This Page

On This Page