Lebih mudah mempercayai kebohongan
yang sudah ribuan kali dikatakan
dari pada mempercayai kebenaran
yang baru pertama kali kita dengarIt is easier to believe a lie
that have been spoken a thousand times
then believing the truth
because you hear it the first timeDan kami telah melihat dan bersaksi,
bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya
menjadi Juru selamat duniaAnd we have seen and testify
that the Father has sent his Son
to be the Savior of the world
(1 Yohanes 4:14)
Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia, dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat Dunia.” (The Christ, the Savior of the world) (Yohanes 4:40-42.)
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia (The Savior of all men), terutama (pertama = first = especially) mereka yang percaya. Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. (1 Timotius 4:9-11)
Saya rindu membagikan suatu kebenaran yang sangat sederhana tetapi dalam (simple but profound = simply profound) kepada semua pembaca tulisan ini sesuai dengan judul di atas: Yesus Kristus adalah benar-benar, sungguh-sungguh, betul-betul Juruselamat dunia dan Juruselamat semua manusia atau Juruselamat semua orang. Beritakan dan ajarkanlah semuanya itu. Ini adalah kebenaran yang sangat langka, sangat sedikit dan sangat jarang dipercayai oleh orang kristen. Kenapa bisa terjadi demikian? Padahal Tuhan telah berfirman: “Beritakan dan ajarkanlah semuanya itu.” Selama 20 tahun saya aktif dalam pelayanan belum pernah saya mendengar seorangpun di Indonesia memberitakan dan mengajarkan ini. Salah satu jawaban yang saya temukan adalah bahwa lebih mudah untuk mempercayai dusta dari pada kebenaran. Kita boleh sungguh-sungguh berpikir bahwa kita sungguh-sungguh benar tetapi kita sungguh-sungguh salah. Sebab manusia duniawi tidak mengerti perkara rohani. Dan inilah penghukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. (Yohanes 3:19)
Dua kali kita menemukan perkataan atau kalimat Juruselamat dunia, dan sekali Juruselamat semua manusia dari ketiga ayat Firman Tuhan di atas yang menjadi judul tulisan ini. Setelah mendengar Yesus mengajar dan berkotbah selama dua hari, orang-orang Samaria itu mengerti bahwa Yesus adalah Juruselamat dunia. Dunia kekristenan telah dua ribu tahun mendengarkan Injil Yesus Kristus dan belajar dari Alkitab tetapi tidak mengenal Yesus sebagai Juruselamat dunia. Yohanes menuliskan bahwa dia melihat, mengerti dan tahu serta kemudian bersaksi dan memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia, setelah berjalan hampir 60 tahun bersama dengan Kristus. Saya menuliskan ini setelah 20 tahun berjalan bersama Kristus, dan sepuluh tahun mengenal Dia sebagai Juruselamat Dunia dan Juruselamat semua manusia dan baru 7 tahun memberitakan dan mengajarkan semua kabar baik dan berita sukacita ini.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.” (Lukas 2:10-11.) Inilah kabar sukacita besar bagi seluruh suku bangsa bahwa telah lahir Juruselamat dunia, melalui keturunan Daud atau bangsa Israel yang akan menjadi Juruselamat semua manusia atau semua orang. Sebagaimana Dia adalah Tuhan bukan hanya bagi Abraham, Ishak, Yakub dan Israel, Ia adalah Tuhan atas semua orang (KPR 10:36). Dia adalah Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, Allah Israel, dan Allah Bumbunan juga.
Yesus Kristus berhak mendapat gelar Juruselamat dunia hanya jika seluruh dunia diselamatkan-Nya. Saya adalah juruselamat kampung kalau saya dapat menyelamatkan orang sekampung, juruselamat desa kalau saya menyelamatkan orang sedesa, juruselamat kota kalau saya menyelamatkan orang sekota, juruselamat pulau kalau saya menyelamatkan orang sepulau, juruselamat Indonesia kalau saya menyelamatkan satu bangsa atau negara Indonesia, juruselamat benua kalau saya dapat menyelamatkan satu benua, juruselamat dunia jika saya menyelamatkan orang sedunia, semua manusia atau semua orang.
Dalam pertandingan olahraga jenis apapun, saya adalah juara kampung kalau saya mengalahkan juara kampung, juara desa kalau mengalahkan juara desa, juara kota kalau mengalahkan juara kota, juara Indonesia kalau mengalahkan juara Indonesia, juara benua kalau mengalahkan juara Asia, juara dunia kalau saya mengalahkan juara kelas dunia. Saya tidak berhak memakai gelar juara dunia kalau saya hanya dapat mengalahkan juara kampung, desa, kabupaten, kota atau provinsi. Yesus Kristus bukan Juruselamat sebagian kecil dunia, sedikit orang atau sedikit manusia, bukan pula Juruselamat sebagian dunia, sebagian orang atau manusia, bukan pula Juruselamat sebagian besar atau hampir seluruh dunia, hampir semua orang atau manusia, tetapi Dia adalah Juruselamat dunia, Juruselamat semua manusia atau Juruselamat semua orang.
Tuhan mengasihi semua manusia. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia, Juruselamat semua manusia, Juruselamat semua orang. Diakhir dari tugasNya Dia berkata sudah selesai, sudah usai, sudah lengkap, sudah genap. ETELESTA! It is finished! It is done! It is perfect. It is complete! Kalau dunia, semua orang atau semua manusia tidak selamat berarti Ia penipu, pendusta, dan pembohong, sebab Ia berkata sudah selesai padahal hanya sedikit yang Ia selamatkan yang berarti sangat sedikit tugas yang diberikan Bapa yang dia kerjakan dan selesaikan. Bapa juga menjadi pendusta dan pembohong karena sangat banyak janji yang Dia berikan untuk keselamatan dunia, semua manusia dan semua orang yang tidak Dia genapi. Dan Ia bukan pembohong, tiada dusta pada-Nya dan tidak ada bayangan perubahan pada-Nya juga. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:8)
Sebab Allah mengutus Anak-Nya kedalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (nya=dunia) oleh Dia. (Yohanes 3:18)
Sebab aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (nya=dunia). (Yohanes 12:47b)
Yesus sukses, berhasil, genap dan selesai melaksanakan tugas-Nya, artinya dunia telah ditebusNya, seluruh manusia telah diselamatkan-Nya, semua orang telah dibeliNya dengan harga yang lunas dibayar. Hanya semua manusia belum mengetahui hal ini. Jadi penginjilan adalah memberitakan bahwa semua orang, seluruh manusia, atau seluruh dunia telah ditebus oleh Yesus Kristus, bukan akan ditebus, dapat ditebus, atau mungkin ditebus, tetapi telah, sudah, dan selesai. Inilah berita baik dan terbaik di dunia. Itulah sebabnya Injil artinya berita baik, berita gembira dan sukacita bagi segala bangsa.
Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. “Look, The lamb of God, who take away the sin of the world.” (Yohanes 1:29b)
Anak Domba Allah yang telah disembelih sejak dasar dunia. “The Lamb that was slain from the foundation of the world.” (Wahyu 13:8b)
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. (2 Korintus 5:9)
Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga sesudah ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (Kolose 1:19-20)
Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. (1 Yohanes 2:2)
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. (Ibrani 2:9)
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. “For the grace of God that bring salvation has appeared to all men.” (Titus 2:11)
Kalau Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan dunia, tetapi dunia tidak selamat maka Ia bukan Juruselamat dunia, artinya Dia gagal, tidak berhasil melaksanakan tugas yang diberikan Bapa. Kalau Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan semua manusia atau semua orang, tetapi hanya sebagian orang atau manusia yang selamat, atau sedikit, sebagian besar atau hampir semua yang selamat, maka Ia bukan Juruselamat semua manusia atau semua orang. Dia hanya Juruselamat sedikit orang, atau Juruselamat sebagian orang atau Juruselamat sebagian besar orang atau Juruselamat hampir semua orang, bukan Juruselamat semua orang atau seluruh manusia.
Mari kita sederhanakan: Kalau Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan seribu orang, tetapi yang selamat hanya 100 orang berarti Ia hanyalah Juruselamat sebagian kecil, sepersepuluh, atau sepuluh persen orang, kalau yang selamat 500 orang, maka Ia menjadi Juruselamat sebagian, separuh, atau limapuluh persen orang, jika Ia menyelamatkan 900 orang maka ia menjadi juruselamat sebagian besar orang atau sembilanpuluh persen manusia, tetapi Ia belum menjadi Juruselamat semua orang itu. Dia harus menyelamatkan seribu orang tidak kurang dan tidak lebih untuk menjadi Juruselamat seluruh manusia atau semua orang itu. Jika Bapa mengutus Yesus untuk menyelamatkan 1000 orang yang sedang tenggelam di Danau Toba, dan kemudian Dia kembali ke Bapa-Nya dan berkata sudah selesai, padahal yang selamat hanya 100, 500, 900, atau 999 orang, berarti Ia gagal, pendusta, penipu dan pembohong. Dia harus menyelamatkan seribu orang itu untuk menjadi Juruselamat semua orang itu.
Hal ini adalah suatu perhitungan yang sangat sederhana, suatu kalimat dan bahasa yang sederhana, tetapi sangat menggelikan sehingga jutaan orang kristen yang mengaku STh, MTh, PhD, DDiv. tidak mengerti hal ini. Padahal hal ini adalah semudah menghafal ABC. It is easy as ABC. Beberapa orang STh, MTh yang mendengar saya menerangkan hal ini berkata, “ah, diakan cuma dokter, masa dia lebih tahu dari kita.” Orang tersebut sedang berkata bahwa untuk menjelaskan dan meyakinkan saudara bahwa 2+2 adalah 4 maka saya harus STh, MTh, MDiv atau PhD atau DDiv dulu. Apapun gelar atau pendidikan seseorang, ia tidak dapat membuat 2 + 2 = 3 atau 2 + 2 = 5.
Kebenaran adalah tetap kebenaran, tidak memandang pendidikan dan gelar. Semua kebenaran adalah milik Tuhan sebab Dialah Sang kebenaran (All truth is God’s truth). Kebenaran Tuhan kita terima melalui pewahyuan bukan hanya sekedar pengetahuan akademis. Tuhan juga memakai akal budi atau pikiran tetapi pikiran yang telah diterangi atau dicerahkan Roh Kudus. Itulah yang disebut mengenakan pikiran Kristus. (The foundation of understanding is the willingness to listen.) Dasar dari pengertian adalah kemauan untuk mendengarkan. Itulah sebabnya berulangkali Yesus berkata: “Barang siapa bertelinga hendaklah ia mendengar.” Dia berkata kepada kita: “Barang siapa bertelinga hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau menyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” (Matius 15:25-26)
Kristus berkata Dialah kebenaran. Kebenaran adalah satu. Kebenaran 2+2=4 berlaku bagi siapa saja tanpa memandang muka, tanpa memandang bulu. Hampir 16 tahun yang lalu ketika saya menterjemah seorang pengkhotbah dari Australia saya mendengar dia berkata: “Semua kebenaran yang besar adalah sederhana.” (All great truth is simple.) Maksudnya seperti benda atau zat adalah suatu pelajaran yang sangat pelik. Sangat banyak jenis, variasi dan macam perbedaan satu zat dengan zat lain, tetapi pada dasarnya semuanya adalah atom yang sangat sederhana yang terdiri dari proton, elektron dan neutron. Inilah Paradox: sesuatu yang kompleks dan rumit pada dasarnya adalah sederhana. Jalan keatas adalah kebawah, jalan menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan, jalan untuk menerima adalah memberi, jalan kepada hidup adalah mati, dst. Ada banyak perkara yang lebih mudah kita rasakan dari pada dimengerti. Orang barat bilang: It is better felt then telt.
“All great truths are simple in final analysis, and easily understood; if they are not, they are not great truths.” — Napoleon Hill. Setiap kebenaran yang besar adalah sederhana pada analisa akhir, dan mudah dimengerti, kalau tidak itu bukanlah kebenaran yang besar. Inilah kehendak Tuhan, supaya kita mengenal kebenaran, dan kebenaran akan memerdekakan kita.
Kalau dunia, atau semua manusia atau semua orang tidak selamat maka puluhan ayat yang telah saya kutip diatas menjadi dusta, bohong, bual dan tipuan, padahal anda yang percaya Alkitab adalah Firman Tuhan berkata setiap Firman Tuhan adalah benar, Ya dan Amen. Saya telah memeriksa dan mengumpulkan seratus ayat yang menyatakan keselamatan semua orang atau semua manusia yang dikumpulkan Thomas Whittemore pada abad ke 18 (1840) dan oleh Elwin Roach pada abad ke 20. Saya telah melihat di Internet seorang hamba Tuhan mengumpulkan 600 ayat tentang keselamatan seluruh manusia (600 Scriptures on reconciliation, by Harold Lovelace). Saudara boleh mendapatkannya dari internet di: sigler.org/kingdom
Kita akan buktikan dulu dengan beberapa ayat Alkitab. Roma 9:6a berkata: Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Dengan kata lain: Akan tetapi firman Allah pasti berhasil atau sukses.
Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:8)
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matius 24:35; Markus 13:31)
Sebab Kristus adalah “Ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. (2 Korintus 3:20)
Tetapi terhadap janji Allah ia (Abraham) tidak bimbang karena ketidak percayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. (Roma 4:20-21)
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8)
Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan pertukaran. (Yakobus 1:17b)
Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu bani Yakub, tidak akan lenyap. (Maleakhi 3:6)
Aku berkata dalam kebingunganku: Semua manusia adalah pembohong. (Mazmur 116:11)
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukan-Nya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19)
Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa. (Yesaya 45:23 — note: your source has “45:43,” but Isaiah 45 only runs to verse 25, so this looks like a typo for 45:23)
Firman Allah berkata Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia, Juruselamat seluruh manusia, atau Juruselamat semua orang. Firman ini adalah Ya dan Amin, tidak mungkin gagal, pasti berhasil, tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi Ia akan melaksanakan-Nya dan akan berhasil dalam apa yang di firmankan-Nya, karena Ia telah bersumpah bahwa firman kebenaran yang keluar dari mulut-Nya tidak dapat ditarik kembali, karena Ia bukan manusia sehingga Ia berdusta, pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan pertukaran, Ia sama kemarin hari ini dan selama-lamanya, langit dan bumi boleh berlalu tetapi perkataan-Nya tidak akan berlalu sampai genap, lengkap, selesai dan sempurna.
Mari kita simak perkataan Preston Eby yang dari tulisannya pertama kali saya menerima kebenaran ini sepuluh tahun lalu ketika masih bertugas di Kapuas Hulu dekat Putussibau. Renungkanlah, Allah yang hidup adalah Juruselamat semua manusia! Kata Yunani yang dipakai di sini adalah SOTEER. Kata ini muncul sebanyak duapuluh empat kali di dalam Perjanjian Baru dan setiap kali diterjemahkan dengan benar menjadi “juruselamat.” Alkitab tidak berkata bahwa Allah adalah pemberi atau penyedia keselamatan untuk semua orang. Pernyataan ini tidak menjadikan Dia Juruselamat semua manusia. Jika Ia tidak benar-benar menyelamatkan semua orang, berarti Ia hanyalah berpotensi sebagai juruselamat atau punya kemungkinan akan menjadi juruselamat. Ia bukanlah Juruselamat seluruh manusia, andaikan Ia bisa ditolak berdasarkan kemauan atau kehendak manusia atau kuasa iblis. Ia adalah Juruselamat semua orang. Ada perbedaan besar antara kedua pandangan ini. Saya temukan bahwa seluruh gereja percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat “bagi atau untuk” semua manusia, tetapi hampir tidak ada satupun yang benar-benar percaya bahwa Ia adalah Juruselamat semua manusia.
Saya akan beri ilustrasi. Andaikan ada sepuluh orang sedang tenggelam, dan si penjaga pantai berkewajiban untuk menyelamatkan barang siapa yang memanggilnya, ia adalah juruselamat bagi atau untuk sepuluh orang tadi. Tetapi apabila ia benar-benar terjun ke dalam air, menangkap rambut mereka, dan merenggutnya dari dalam air dan menyelamatkan hidup mereka, maka ia adalah juruselamat orang-orang itu. Tidakkah kita lihat di sini bahwa Yesus hanya dapat menjadi Juruselamat semua orang apabila semua orang benar-benar diselamatkan olehnya. Kebenaran ini pasti akan memenuhi hati yang keras dengan sukacita dan ucapan syukur bagi Allah atas kuasa, hikmat, kasih, anugerah dan kebenaran-Nya.
Karena tahu bahwa memang sukar sekali bagi manusia untuk percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat semua manusia, di dalam (1 Timotius 4:9-11), Tuhan memberi peneguhan kepada manusia dengan meyakinkan bahwa perkataan itu adalah benar dan patut diterima sepenuhnya. Benar bagi Allah, benar bagi putera-Nya, benar bagi Kalvari, benar bagi firman, dan benar bagi kerinduan setiap orang yang memiliki kasih Allah yang dicurahkan ke dalam hati mereka oleh Roh Kudus. Sukar sekali untuk memahami mengapa banyak orang justru menganggap bahwa perkataan itu tidak benar dan patut ditolak, sesuatu yang Allah katakan sebagai perkataan yang benar dan patut diterima sepenuhnya!
Oh, kelepasan yang mulia, kemerdekaan yang ajaib! Betapa malu, bahwa hanya sebagian kecil dari hal itu yang diberitakan! Betapa dahsyat tragedi yang terjadi, dimana mereka yang memberitakan Injil memberitakan dongeng yang mengerikan dan tidak waras tentang ketakutan dan siksaan kekal! Puji syukur bagi Allah, perkataan itu benar dan sungguh-sungguh benar, “Sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.” (Roma 6:23) Sekian dulu kutipan dari buku tipis yang berjudul “Upah dosa adalah maut.”
Akar kata SOTEER (#4990) savior = juruselamat adalah SOZO (#4982) heal, recover, save, whole artinya sembuh, pulih, selamat, tahir atau penuh. SOTERIA (#4991) = SOTERION (#4992) = SOTERIOS (#4992) = SALVATION = KESELAMATAN. Soteria selain berarti keselamatan (salvation) juga berarti sehat (health), keamanan (safety), menyelamatkan (saving). (Vine’s Complete Expository Dictionary)
Yesus Kristus Tebusan Bagi Semua Manusia
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang (manusia), untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Juruselamat kita yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul — yang kukatakan ini benar; aku tidak berdusta — dan sebagai pengajar orang-orang yang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (1 Timotius 2:1-4)
Pertama-tama naikkan doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang atau semua manusia. Bersyafaat bagi semua orang berarti kita berdoa bagi keselamatan semua manusia. Kalau semua manusia tidak dapat selamat dan Tuhan menyuruh kita berdoa bagi keselamatan semua orang berarti Allah berdusta atau Tuhan menyuruh kita melakukan tugas mustahil yang Dia sendiri tidak dapat lakukan.
Mari saya beri ilustrasi sederhana. Waktu ice cream Walls mula-mula dipasarkan dengan kereta di Pontianak, setiap hari ada beberapa kali mereka lewat di depan rumah yang kami tinggali. Waktu itu saya ingat yang paling murah adalah es krim coklat yang kecil harga Rp 300. Anak saya hampir tiap hari meminta di belikan es krim. Misalnya saya berkata: “Glory, beli es krim dua buah, untukmu satu dan untuk adikmu satu, ini uang Rp 100.” Bapa seperti apakah saya? Saya belum pernah melakukan hal seperti itu. Yang sering saya lakukan adalah kalau hanya anak saya Glory yang minta es krim harga Rp 300, saya beri uang Rp 500. Kalau mereka berdua beli es krim, saya beri uang Rp 1000. Dan mereka selalu mengembalikan sisanya.
Saudara kalau bapa di dunia ini saja melakukan hal yang demikian, terlebih lagi Bapa sorgawi. Bapa sorgawi menyuruh kita bersyafaat bagi semua orang karena semua orang telah diselamatkan. Kalau semua orang tidak dapat selamat, dan kita diminta bersyafaat bagi keselamatan mereka semua, itu seperti bapa yang memberi uang seratus untuk membeli es krim seharga enam ratus. Kemudian kita diperintahkan dan dinasehatkan untuk menaikkan ucapan syukur untuk semua orang. Bagaimana saya bersyukur untuk semua orang kalau saya tahu bahwa sebagian besar mereka akan berada di neraka dan disiksa selama-lamanya. Itu sangat kejam namanya. Saya boleh bersyafaat dan bersyukur untuk semua orang kerana Allah mengasihi mereka semua dan Dia telah menebus dan menyelamatkan mereka semua.
Yesus Kristus adalah tebusan bagi semua manusia atau semua orang. Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. (Yohanes 1:29)
Dan Ia adalah pendamaian untuk dosa kita, dan bukan dosa kita saja tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. (1 Yohanes 2:2)
Misalnya saya adalah raja yang berkuasa penuh dan sangat kaya di Indonesia. Suatu hari seratus orang anggota keluarga saya yang sangat kukasihi sedang berlibur ke Paris naik pesawat Boeing 707. Kemudian pesawat disandera terorist dan mereka minta tebusan 100 juta dollar, satu juta dolar tebusan untuk satu orang. Karena saya mengasihi mereka dan saya sangat kaya, saya setuju dan segera membayar sejumlah yang mereka minta. Tetapi anehnya setelah saya bayar lunas $100 juta untuk 100 orang sandera, mereka hanya membebaskan 10 orang anggota keluargaku. Apakah saya puas? Apakah tebusannya kurang? Jawabannya adalah TIDAK! Sebagai manusia mungkin saya tidak bisa berbuat apa-apa kepada teroris tersebut. Tetapi kalau raja itu adalah Tuhan, siapa yang bisa melawan Dia? Siapa bisa menahan tawanan daripada-Nya? Tidak ada!
Firman Allah berkata: Allah bangkit, terseraklah musuh-musuh-Nya! Yesus jauh lebih berharga dari langit bumi dan segala isinya. Dia lebih berharga dari semesta dan semua yang didalamnya. Saya bukan merendahkan karya penebusan-Nya, tetapi justru saya sangat menghargai harga yang telah Dia bayar. Tetapi sangat banyak pengkhotbah yang justru meremehkan dan mengecilkan karya dan nilai penebusan Kristus dan mengatakan Allah puas dengan sedikit orang yang selamat atau ditebus. Darahnya hanya seharga sedikit manusia, nyawanya hanya berharga sejumlah kecil orang kristen, itupun tidak semuanya, hanya bagi orang kristen yang telah lahir baru saja. Mereka telah membuat karya dan pengorbanan Kristus menjadi sangat murah.
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam didalamnya. (Mazmur 24:1) Semua manusia adalah milik Allah, siapakah yang dapat menawan, menyandera atau mencuri milik-Nya sehingga Allah harus membayar dan menebusnya. Allah tidak perlu membayar kepada siapapun termasuk Setan atau Iblis sekalipun. Sebab semua manusia adalah miliknya yang syah melalui penciptaan dan penebusan atau pembelian. Allah membeli dari semua manusia itu sendiri yang telah menjual murah dirinya kedalam dosa. Seperti cerita keluarga saya yang berlibur ke Paris, yang menyandera mereka adalah diri mereka sendiri, mereka mau menipu raja mereka untuk mendapatkan uang tersebut untuk dipakai berfoya-foya seperti cerita anak yang hilang. Jadi anak bungsu yang meminta warisannya adalah seperti teroris dalam cerita penebusan keluarga saya di atas.
Misalnya ada 100 orang di Pontianak yang berhutang $100 juta kepada saya, dan mereka tidak dapat membayarnya walaupun mereka bekerja keras seumur hidup. Kemudian ada seorang yang sangat kaya dan penuh kasih dari Jakarta namanya John yang mau membayar semua hutang tersebut. Kemudian John mengundang 12 orang yang berhutang tersebut ke Jakarta untuk melihat pembayaran hutang tersebut dengan beberapa saksi notaris dari Jakarta. Setelah membayar utang mereka, John berpesan kepada keduabelas orang tersebut untuk pulang ke Pontianak dan memberitahukan hal itu kepada 88 orang yang berhutang tersebut yang belum mendengar dan mengetahui berita ini. Hal ini adalah sebagai tanda terima kasih mereka bagi John, dan sebagai tambahan mereka juga akan dapat upah untuk setiap orang sesuai dengan ukuran pemberitaan mereka. Dan John berjanji akan datang tujuh tahun kemudian. Mereka semua pulang dengan sangat sukacita karena utang mereka telah dibayar lunas.
Misalnya John datang tujuh tahun kemudian, ternyata yang telah menerima berita dari 12 orang itu baru 18 orang jadi baru 30 orang yang menerima berita baik itu, berarti 70 orang lagi belum tahu bahwa hutang mereka sudah lunas dibayar. Apakah yang tujuh puluh itu masih perlu membayar hutang mereka? Tentu saja tidak. Tetapi mereka boleh mati tanpa pernah tahu, atau menikmati perasaan bebas dari hutang mereka. Mereka terus bekerja keras untuk membayar hutang yang tak terbayar itu, walaupun hutang mereka telah lunas dibayar. Itulah semua perbuatan baik atau amal yang diajarkan semua agama. Perbuatan baik kita tidak menyelamatkan kita. Kita berbuat baik karena kita telah diselamatkan. Keduabelas orang berhutang itu adalah gambaran keduabelas murid Yesus dan John yang baik adalah Yesus Kristus sendiri yang telah menebus dosa dunia ini.
Untuk Bagian 2 (https://tentmaker.org/lingual/juruselamat-duni-juruselamat-semua-manusia-part-2/